Senin, 20 Januari 2014

Tugas Ekonomi Koperasi ke-6. Masihkah Koperasi menjadi sokoh guru perekonomian Indonesia

Nama: Aditya Siswantara
Kelas: 2EB01
NPM: 2021 2254

 
   1.  Pendahuluan

Menurut Hanel (1989), yang disebut Koperasi adalah: Sejumlah kelompok individu yang bersatu dalam suatu kelompok atas dasar salah satu kepentingan (ekonomi) yang sama (cooperative group). Anggota kelompok tersebut bertekad mencapai tujuan dan kepentingan yang sama secara lebih baik melalui usaha bersama dan saling membantu atas dasar kekuatan sendiri secara swadaya. Sebagai alat untuk mencapai tujuan atau kepetingan kelompok maka dibentuk perusahaan yang didirikan , dimodali, dibiayai, dikelola, diawasi dan dimanfaatkan sendiri oleh anggotanya yang mempunyai tugas pokok meneyelenggarakan pelayanan barang dan jasa yang menunjang perbaikan perekonomian rumah tangga.

Setali tiga uang dengan Hanel, Undang Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1992 tentang Perkoperasian menjelaskan definisi koperasi secara lebih singkat, dikatakan bahwa KOPERASI adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum Koperasi dengan berlandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. 

Sementara itu dalam Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (sebelum diamandemen) kata KOPERASI ini disebut dan dicantumkan dalam penjelasan pasal 33. Namun setelah amandemen, penjelasan atas pasal-pasal dari UUD 1945 dimasukkan dalam batang tubuh. Entah sengaja atau karena khilaf, ternyata kata KOPERASI ini tidak ikut masuk. Alias ketinggalan atau malah ditinggalkan?

Nampaknya para penyusun UU No. 22 Tahun 1992 itu (Presiden dan DPR) sudah lupa bahwa para founding father kita bercita-cita untuk menjadikan KOPERASI sebagai sokoh guru perekonomian Indonesia. KOPERASI dianggap sebagai badan usaha yang terlalu banyak merepotkan pemerintah. Karena banyak kredit program yang diterima KOPERASI (terutama  KUD) raib diselewengkan pengelolanya.
Namun kenyataan di lapangan, berbicara lain. Saat Indonesia mengalami krisis berkepanjangan, justru eksistensi KOPERASI nampak nyata. Disaat hampir semua bank-bank besar macam BCA, Bank Lippo (bank swasta) , maupun bank pemerintah: Bank Bumi Daya, Bank Bapindo dan Bank Dagang Negara (yang kemudian ketiga bank terakhir dilebur menjadi Bank Mandiri) dan banyak bank lain akhirnya colaps, ternyata KOPERASI masih bisa menjadi tumpuan anggota dan masyarakatnya dalam hal melayani keperluan modal. Tak bisa dibayangkan, manakala saat itu, selain bank, KOPERASI juga ikut colaps, pasti akan semakin banyak jumlah angkatan kerja yang mengalami PHK.

Meskipun demikian, sampai sekarang, di mata perbankan, posisi KOPERASI masih dipandang sebelah mata. Untuk bisa memperoleh kredit sangat mudah bila kita berhubungan dengan Bank, dalam hal ini, KOPERASI diharuskan melengkapi banyak persyaratan yang sering merepotkan. Memang banyak KOPERASI yang nakal. Tapi masih lebih banyak KOPERASI yang baik.

KOPERASI sejati dan koperasi serigala berbulu domba tentu mempunyai perbedaan dalam praktek. KOPERASI (yang sejati) dibentuk dari, oleh dan untuk memenuhi kebutuhan anggota. Sementara koperasi serigala berbulu domba dibentuk oleh seorang seorang pemodal yang ingin memutar uangnya di koperasi. 

Hal ini dimungkinkan, karena untuk membentuk koperasi, pasca reformasi, sangatlah mudah.
Dulu, badan hukum KOPERASI harus disahkan oleh Kantor Wilayah Koperasi Propinsi Jawa Timur, selaku wakil dari Pemerintah. Sekarang, cukup disahkan oleh Dinas Koperasi Kabupaten/Kota saja.
Sejatinya KOPERASI dibentuk demi kesejahteraan anggotanya. Sementara keadaan riilnya kini,  koperasi dibentuk demi keuntungan pemodal semata. Ibaratnya PT berbaju koperasi. Bahkan, tak jarang, mereka (para pemodal) itu rela membeli badan hukum KOPERASI yang sudah tidak aktif lagi dengan nilai tak kurang dari puluhan juta rupiah.

Jadi, ketika UUD 1945 sudah menganggap tidak perlu untuk mencantumkan lagi kata KOPERASI, ketika perbankan masih memandang KOPERASI dengan sebelah mata, ketika banyak PT yang beroperasi dengan kedok koperasi, MASIHKAH KOPERASI DIANGGAP SEBAGAI SOKOGURU PEREKONOMIAN INDONESIA?

   2.  Opini masyarakat tentang kepantasan Koperasi menjadi Sokoh Guru

Oleh: Ida ( Meruya Utara, Jakarta Barat )

Ketangguhan koperasi telah terbukti mampu menahan badai krisis moneter baik yang terjadi di tahun 1997 mapun krisis global dunia yang terjadi di tahun 2008 silam. Krisis global dunia tahun 2008, telah melumpuhkan perekonomian dunia, namun saat itu Indonesia tidak terlalu merasakan dampak krisis tersebut .
Menurut data, kinerja koperasi di Indonesia mengalami peningkatan yang menggembirakan pada periode 2010 -2012, jumlah koperasi meningkat dari 177.482 unit pada tahun 2010 menjadi 192.442 unit pada Mei 2012 naik 14.960 unit atau 8,43 %. Sementara keanggotaan koperasi dari 30.461.121 pada tahun 2010 naik menjadi 33.687.417 orang pada Mei 2012 yang berarti mengalami kenaikan sebesar 3.226.996 orang atau 10,59 %. Sedangkan untuk tenaga kerja yang terserap dari koperasi meningkat dari 358.768 tenaga kerja pada tahun 2012 menjadi 425.822 orang, naik 67.054 orang atau 18,69 %.

Namun ternyata pertumbuhan koperasi juga berbanding lurus dengan “ketidak aktifan” koperasi (mangkrak). Paling tidak ada sekitar 47.000 koperasi yang tidak aktif atau disalah gunakan untuk kepentingan tertentu yang justru merusak citra koperasi . Tidak aktifnya koperasi dapat disebabkan beberapa hal : kurangnya dana, kurangnya anggota terampil dan terlatih, serta majemen yang tidak efisien. Sedang penyebab citra koperasi menjadi buruk dikarenakan tujuan pendirian koperasi telah menyimpang dari tujuannya semula dan penyelewengan yang dilakukan oleh “oknum” untuk memperkaya diri dan kelompoknya.

Pada intinya, gerakan koperasi pada saat ini bisa dikatakan makin meredup. Sebab, seperti yang dikatakan Budi Laksono (2007), pejabat pemerintah kehilangan jejak substansi filosofis pembangunan koperasi sebagai soko guru ekonomi. Selain itu, disebabkan pula oleh perubahan Departemen Koperasi menjadi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Sehingga, berimplikasi pada menurunnya perhatian pemerintah pada upaya menggerakkan koperasi yang digagas pendiri bangsa, Bung Hatta sebagai soko guru perekonomian. Karena itu, tak heran, jika Sri Edi Swasono pakar koperasi menilai bahwa, langkah-langkah yang dilakukan Kementrian Koperasi dan UKM salah arah dan hanya terfokus pada UKM. Padahal, lanjut Swasono, UKM lebih banyak dilakukan oleh individu-individu, sedangkan koperasi lebih mengedepankan kebersamaan.

Di samping itu, koperasi yang sudah makin meredup itu, diperparah lagi dengan konflik internal aktivis gerakan koperasi. Konflik yang sebenarnya sudah terjadi dua tahun lalu itu, diawali oleh kelompok aktivis gerakan koperasi ketika mendeklarasikan Dekopin tandingan. Deklarasi Dekopin itulah kemudian yang menyeret Kementrian Koperasi dan UKM untuk terlibat masuk ke arena konflik, karena dianggap telah menelurkan keputusan yang merugikan salah satu pihak yang bertikai. Menteri akhirnya digugat dan berperkara hukum dengan salah satu Dekopin yang dikembari. Tak urung, pembinaan koperasi di daerah makin kedodoran. Sebab, dewan koperasi yang semestinya menjadi payung koperasi-koperasi di daerah tidak lagi sempat memikirkan pengembangan dan pembinaan, karena lebih asyik bertikai dengan sesama aktivis Dekopin lain versi, yang sampai saat ini belum kunjung usai. Sehingga, akibat konflik itu, dana pembinaan koperasi dari APBN oleh Menteri Keuangan tidak dicairkan sebelum kasus pertikaian itu selesai.


   3.  Solusi untuk memberdayakan Koperasi

Oleh: (Supardi, S.Sos)


    a)    Peningkatan peran pemerintah

Pemerintah harus segera sadar terhadap urgensi peran koperasi dalam menuntaskan kemiskinan di negeri ini. Seperti yang telah banyak dilakukan oleh negara-negara lain. Jangan hanya bertikai. Bagaimanapun juga koperasi yang sejatinya suatu lembaga ekonomi untuk menolong diri sendiri secara bersama-sama, sangat penting dalam meminimalisasi angka pengangguran yang makin meningkat. Karena itu, revitalisasi koperasi perlu ditingkatkan kembali di berbagai daerah di negeri ini.

Saatnya Pemerintah melalui dinas dan organisasi terkait lebih pro aktif, jemput bola dan melakukan pembinaan serta pengawasan berkesinambungan, memotivasi pembinaan dan pemberdayaan koperasi yang membutuhkan sinergi dari sumberdaya yang dimiliki bagi pemberdayaan koperasi, sehingga koperasi sebagai soko guru ekonomi bukan sekedar isapan jempol belaka.

    b)   Menanamkan “Kepekaan Individu” kepada para anggota Koperasi

Bung Hatta Bapak Koperasi Indonesia menafsirkan maksud UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1, “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Kata “Koperasi” memang tidak disebutkan dalam pasal 33, ayat 1 tetapi “asas kekeluargaan” itu ialah koperasi. Begitu pula-lah hendaknya corak koperasi Indonesia. Hubungan antara anggota koperasi satu sama lain harus mencerminkan sebagai orang-orang yang bersaudara, satu keluarga. Rasa solidaritas harus dipupuk dan diperkuat.

Anggota di didik mempunyai kepekaan individu untuk solidaritas dengan niat menjalankan perannya di masyarakat. Apabila ia telah memiliki kepekaan individu, tekadnya akan kuat membela kepentingan koperasinya. Ingatannya akan tertuju kepada kepentingan bersama.

“Kepekaan Individu” menjadikan seorang anggota koperasi sebagai pembela dan pejuang yang giat bagi koperasinya. Dengan naik dan maju koperasinya, kedudukannya sendiri ikut naik dan maju. Dalam pelajaran dan usaha koperasi di bidang manapun juga, ditanam kemauan dan kepercayaan pada diri sendiri dalam persekutuan untuk melaksanakan “self-help” dan oto-aktivitas untuk kepentingan bersama.

Dalam mengasuh anggota koperasi selalu diutamakan cinta kepada masyarakat yang kepentingannya harus didahulukan dari kepentingan diri sendiri. Oleh karena itu anggota koperasi harus mempunyai tanggung jawab moral dan sosial. Apabila 2 tanggung jawab itu tidak ada, maka koperasi tidak akan tumbuh dan tidak akan menjadi badan usaha yang berguna. 

 c)    Anggota Koperasi harus mampu mengkombinasikan diri dengan unsur-unsur kombinasi Koperasi

Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 pasal 3, koperasi bertujuan memajukan anggota khususnya masyarakat pada umumnya ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur berlandaskan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Badan Usaha Koperasi, disamping adanya kemauan orang perorang untuk menghimpun diri secara sukarela bekerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka, tunduk terhadap kaidah dan prisip ekonomi yang berlaku dengan mengacu pada konsep dan sistem yang bekerja pada suatu badan usaha, tetapi juga merupakan kombinasi antara 4 unsur yaitu

1.      Manusia;
2.      Aset fisik;
3.      Aset Non fisik; dan yang terakhir
4.      teknologi.

Sinergitas antara sosial dan ekonomi, adalah modal utama dalam berkoperasi. Modal sosial sebagai perekat yang memperkokoh jalinan antara anggota sebagai basis yang memperkuat kebersamaan dalam mencapai kepentingan dan tujuan Ekonomi.

Akhir-akhir ini jumlah koperasi semakin mengalami peningkatan. Semakin banyaknya koperasi secara kuantitatif mestinya dibarengi dengan peningkatan kualitas. Pakar hukum Koperasi Munkner Jerman (1982) sebagaimana dikutip Koch mengatakan Orientasi pengembangan kebijakan koperasi lebih kepada data kuantitatif, yang mengukur kemajuan koperasi dari jumlah koperasi yang didirikan, jumlah anggota, volume usaha yang dicapai, sementara aspek kualitatif yang seharusnya menjadi ukuran sering diabaikan.

Koperasi pada umumnya akan dapat berkembang apabila pengurus koperasi memiliki jiwa dan semangat enterpreneur yang mampu mencari peluang usaha sekaligus membangun jaringan dengan stake holders . Disamping tumbuhnya koperasi menjadi pelaku usaha menengah dan besar, banyak terjadi pertumbuhan koperasi yang baru dengan skala kecil dimana badan usaha tersebut membutuhkan pembinaan agar bisa menjadi pelaku ekonomi yang mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya.

Diakui atau tidak keterbatasan sumberdaya manusia menjadi kendala serius dalam perkoperasian, fakta menunjukkan kemampuan pengelolaan koperasi kita masih rendah, sehingga diperlukan pembinaan baik terhadap pengurus maupun anggota sehingga mendapatkan pemahaman, menjalankan dan mengembangkan usaha sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.

Referensi: 

1.       http://berkoperasi.blogspot.com/2008/01/koperasi-sokoguru-ekonomi-indonesia.html
2.       http://www.beritametro.co.id/opini/masihkan-koperasi-jadi-soko-guru-perekonomian-indonesia
3.       http://mpn.kominfo.go.id/index.php/2012/07/13/koperasi-masihkah-sebagai-soko-guru-ekonomi/

Jumat, 29 November 2013

Tulisan untuk Ekonomi Koperasi ke-30. Cinta dan Kecewa


Nama:   Aditya Siswantara
Kelas:   2EB01
NPM:   2021 2254
 

Sahabat adikku,
Ketika aku melihatmu di rumahku,
Aku berpura-pura berjalan untuk melihat sekeliling,
Padahal aku melihat-lihat keadaan hanya untuk melihatmu,
Kau datang kepadaku dan sesungguhnya aku ingin berkata kepadamu.

Dan aku betul-betul menyukaimu,
Mungkin sampai kapanpun, aku siap menunggumu untuk membalas cintaku,
Kurasakan rasa cinta yang besar padamu,
Sebenarnya aku tidak punya waktu lain untuk mengatakannya

Ku ingin bertemu denganmu di suatu tempat,
Mungkin ketika kau sedang berjalan-jalan dengan temanmu,
Aku akan berlari mengintaimu hanya untuk melihat apa yang kau benar-benar inginkan,
Bisakah ku berikan itu untukmu?
Hari ini hanya kata-kata sapaan yang bisa ku berikan

Kini kita sudah saling kenal sejak lama,
Tetapi aku belum menemukan jalan untuk lebih dekat denganmu

Kita kini terpisah jarak
Dan terpisah oleh rasa yang berbeda
Ku sangatlah mencintaimu tetapi kau mungkin tak pernah mengingatku
Jika aku bisa menyusutkan dunia ini
Sehingga aku bisa mengikis sekat-sekat di antara kita
Akhirnya ku dapat temukan kamu dan aku terasa begitu dekat.

Sebuah kehidupan cinta adalah gambar yang sering terlihat di hidup semua orang
Kita tak pernah diharuskan untuk memikirkan hati yang berdarah,
Larilah secepat mungkin dari tempat yang membuatmu terluka
Setiap tempat yang ku singgahi bersamamu bisa membuatku melupakan kesedihanku
Kini disaat sepi, aku ingat betapa aku merindukanmu,
 Aku begitu kehilanganmu
Kau bagaikan adegan akhir sebuah film yang mengubah hal-hal besar dalam ceritanya
 Memecahkan kebingungan dan  ku pun bernyanyi setelah sebelumnya hanya bertanya-tanya.

Aku ingin sekali meneleponmu, tapi kau selalu meninju maksudku dengan berjalan ke arah lelaki lain,
Memang aku merasa mencintaimu tetapi perasaan kecewaku bagaikan memerangi rasa tulusku,
Jadi apa gunanya? Cinta dan perang
Lelaki lain mencoba menyelamatkan perasaanmu yang memang tidak ingin denganku,
Seperti menyelamatkan dunia, apapun akan dia lakukan untuk menghindarimu dariku
Akan tiba giliranku untuk berbicara banyak, sekarang ku akan menahan kata-kata ku yang ganas
Kini ku terus menggigit lidah lidahku sendiri, hingga berdarah

-Penulis puisi ini adalah rintik hujan yang membasahi bumi, kecil, sedikit, tapi berarti-

Tulisan untuk Ekonomi Koperasi ke-29. Pertahankanmu di Mataku


Nama:   Aditya Siswantara
Kelas:   2EB01
NPM:   2021 2254

Kita kan selalu mencoba, tuk pertahankan semua
Yang kita lalui, cobaan ini
Kita kan selalu mencoba, tuk merubah segalanya
Yang kita pahami, rasa indah ini

Kita kan slalu pertahankan, karena kurasakan smua keindahan ini
Rasa ini tak kan hilang hanya untuk dirimu seorang
Halangan adalah cobaan dan kita yakin tuk tetap melaluinya

Ketika aku mulai merasa sendiri  ,sendiri
Kau datang bersamaan dengan munculnya semangatku
Mencium harummu kau bunga yang mewangikan hidupku
Tawamu saat itu pancarkan perasaan senangku
Itulah sebabnya ,ku menyukai mu , kau slalu datang di saat yang tepat.

Kau ingatkanku akan kenangan kita saat ada kamu
Kau buatku sanggup merangkai nada-nada yang indah
Suara-suara senja itu memang tlah berlalu
Dan berubah oleh rasa yang membuatku sangat berbahagia

Kau bagian dari hidupku
Kau buatku bisa berkreasi
Kau lah yang smangatiku jauh melangkah
Selama aku mampu , ku akan terus menyayangimu




-Penulis puisi ini adalah rintik hujan yang membasahi bumi, kecil, sedikit, tapi berarti-

Tulisan untuk Ekonomi Koperasi ke-28. Tentang Asaku


Nama:   Aditya Siswantara
Kelas:   2EB01
NPM:   2021 2254


Kau hilang,
Kesembuhan yang kutemui kini tak tampak di tatapanku,
Aku terhempas,
Kembali lagi kurasakan kesepian di setiap detikku,
Hanya ada suara tetesan embun yang mampu ke dengar dengan terpejam.

Ku korbankan segala yang sudah terekam,
Terutama senyummu yang dahulu sempat menenangkan penatku,
Kini langit telah hilangkan celotehmu dari telingaku,
Kini ku termakan kebencian yang selalu merenggut anganku,
Awanku meneliti urat kepala ku ,teredamkan rasa sayangku terhadap suara lagu
Yang sering mengingatkanku pada suaramu yang selalu menggetarkanku
Kau senyum tapi hanya sesaat nya,
Sisanya ku hanya melihat kau mengeluarkan tutur yang awalnya letih,
Ku rasa kau pun tak mampu menghadapi kejamnya dunia, tapi terlalu naïf
Sekadar untuk menerima uluran tanganku yang kotor oleh tanah


Kau coba akhiri cintaku tanpa bekas
Sedikit demi sedikit rasa cinta ini menjauh tinggalkan tempat yang aslinya,
Namun asaku belum habis dan tak akan  pernah habis,
Meski kau sakiti aku yang mencoba menghiburmu,
Permohonan bodohkah kalau aku bilang jangan lemahkan aku dengan pergi lagi

-Penulis puisi ini adalah rintik hujan yang membasahi bumi, kecil, sedikit, tapi berarti-


Tulisan untuk Ekonomi Koperasi ke-27. Aku yang Terlupakan


Nama:   Aditya Siswantara
Kelas:   2EB01
NPM:   2021 2254
                                               
 Tertekan ku menyingkir,melenggang petir tertawai nasib buruk bagi si lelah,
begitu lelahnya si lelah,ia tak mampu menyelesaikan upayanya mengejar angan,
Ia tetap tertinggal, jauh dari padang rumput,
Keindahan ketika berbaring disana ditemani hujan itu telah lenyap dari khayalan,
Si lelah itu adalah aku,
Gerakan leher menemani nasibku yang semakin sendiri,
Itu tanda ku lelah, mengupayakan yang terbaik bagimu,
Tenaga ku habis, kini ku terlelap tanpa mimpi indah,

Aku tidak pernah ingin tertabrak buruknya detik,yang meluangkan sakitnya untukku,tak perlu sekali lagi kau membaginya,
Membuatku sungguh tidak ingin merasakan angin dari sudut manapun,
Kini ku teringat, ada apakah dengan hembusan asaku?,apakah ia sudah berhenti tanpa ku ketahui,

Apakah aku yang terlambat hadir menjemput keringnya cintaku,
Mungkin karena terlalu lama ku mencari kepastian cintamu,
Hingga aku terhalangi dan tak mampu untuk melihat sudut pandang pintu yang lain,
Itulah dirimu,
Tak usah kau menimbulkan aroma tangisan kalau kau tidak mengerti aku mungkin akan menghiburmu,
Sia-sia ku hanyut dalam senyummu karena kau seakan menghilangkan panah hatimu yang masih kucari,
Tak ada gunanya menahan rasa sakit dari setiap hinaanmu,
Jelas kau hanya menginginkanku disaat kau butuh, sedang kau tak ada disisiku saat ku butuh,
Lupakan aku yang hanya perapian kecil,
Yang cahayanya takkan mampu menyinari wajahmu yang manis,
Lagipula aku bukan api unggun seperti yang kau harapkan,
kau boleh meniup aku kalau kau mau membuatku mengabu dan mengelabu selamanya

-Penulis puisi ini adalah rintik hujan yang membasahi bumi, kecil, sedikit, tapi berarti-


Tulisan untuk Ekonomi Koperasi ke-26. Keraguan


Nama:   Aditya Siswantara
Kelas:   2EB01
NPM:   2021 2254
                                               
Mengacu pada kerancuan,
Maafkan aku yang condong ke sudut lain
Kala aku melihatmu aku merasa melihat terisinya hatimu,
Perih mata ini melihat kau tersenyum bersama dia
Aku pun seakan berada di tempat yang salah
Aku merasa terlalu tegar untuk tetap berdiri dan tak beranjak

Kutanyakan pada menit,adakah aku di ujung perasaanmu,
Atau aku sudah lontarkan ke jurang kebencian,
Firasatku berkata lebih baik menebaknya tapi aku lebih mau memastikannya,
Ya, aku tahu dimana sudutku di fikiranmu,
Ku dapatkan inti dari tatapanmu, aku kosong di matamu, gelap dan mudah hilang,

Aku hanya kertas tak berarti apa-apa tanpa kau tulis,
Tetapi kau bahkan tidak mau mengambil buku hatimu untukku, apalagi pena untuk menulisnya,
Aku rasa pemberianku hanyalah sia-sia, meski ku tak boleh mengingat-ingatnya lagi
Tergetar mulutku melihat jalan ke depan,semoga detik masih mau berhenti untuk membuatku berfikir panjang,
Bukan sekedar menebak yang goyah...tunggu aku mengagetkanmu
Karena akan ku buat diriku secemerlang apa yang tidak pernah kau ingin lihat padaku,
Ku ingin membuat kau menyesal, sesal yang dalam, dalam yang dingin…

-Penulis puisi ini adalah rintik hujan yang membasahi bumi, kecil, sedikit, tapi berarti-

Tulisan untuk Ekonomi Koperasi ke-25. Aku dan Masa Kecilku tentang Sepakbola

Nama:   Aditya Siswantara
Kelas:   2EB01
NPM:   2021 2254

                 Sepakbola adalah bagian hidupku, pencerah hidupku dari hari-hari membosankan, aku mencintai sepakbola sudah sejak lama, pertama kali aku mengenal sepakbola adalah dari klubnya, aku pernah dibelikan topi Liverpool oleh Embah Kakung-ku sekitar umur 5 tahun di dekat Monumen Nasional, aku merasakan kebanggaan setelah ku tahu bahwa Liverpool adalah klub besar di sebuah cabang olahraga yang menyenangkan untuk ditonton. Semenjak itulah aku mulai menyukai sepakbola, pemain pertama yang aku suka adalah Iker Cassilas, aku sangat menyukai penampilannya di bawah mistar Tim Nasional Spanyol pada kompetisi Piala Dunia 2002, tepatnya kala berhadapan dengan Korea Selatan, aku sangat bahagia ketika penyelamatan demi penyelamatan ia lakukan, tapi saat itu juga tangisan pertamaku karena sepakbola, yang aku lihat di mataku kala itu ketika para pemain secara bergantian menendang kearah gawang yang dijaga kiper, penendang demi penendang berhasil memasukkan bola ke gawang, aku tidak ingat berapa kali Iker Cassilas diperdayai oleh pengeksekutor penalti Korea Selatan, dan tiba-tiba pertandingan berhenti ketika salah seorang pemain telah selesai menjalankan tugasnya sebagai algojo, lalu pemain Korea Selatan bergembira, aku tak tahu mengapa, aku pun bertanya kepada Ibuku, apa yang terjadi terhadap permainan itu, lalu ibuku bilang bahwa Iker Cassilas(dan tentu saja Timnas Spanyol-nya) kalah pada permainan tersebut karena tak mampu menjaringkan bola lebih banyak dalam babak yang dinamakan adu penalti, aku yang masih baru mengenal sepakbola pun akhirnya baru mengetahui bahwa Spanyol tersingkir dari Piala Dunia 2002, disaat itulah aku berlinangan air mata karena aku fikir pengorbanan Iker Cassilas tiada berarti, itulah saat kecil yang sangat lucu bila diingat karena begitu dalamnya perasaan banggaku terhadap idolaku, Iker Cassilas sampai-sampai aku menangis karena ia kalah.

             Semenjak saat itu, aku mengenal satu demi satu pengetahuan tentang sepakbola, seingatku, aku pemain timnas Jepang  yang memakai topeng, aku kira dia pahlawan di tim tersebut ataukah seseorang dengan rahasia di wajahnya dan kelakuannya, aku perhatikan terus pemain itu tetapi tidak ada perbedaan yang berarti dari permainannya, lalu aku paling ingat kecurangan dalam sepakbola menurutku adalah disaat pemain yang berada dekat dan membelakangi garis tepi lapangan, ketika dikawal oleh pemain dari tim musuh, maka ia menendang bola sekeras-kerasnya hingga mengenai tubuh pemain dari tim musuh itu dan kemudian memantul hingga melewati garis tepi lapangan sehingga si penendang tadi mendapatkan lemparan ke dalam, itulah pemikiran-pemikiran kecilku soal sepakbola saat aku masih menjadi pemula dalam hal pengamatan sepakbola, aku pun mulai membaca koran, melihat skor pertandingan  sepakbola, tentu dalam rubrik olahraga di koran, hal yang sering ditulis adalah liga-liga Eropa, oleh sebab itu saya sering sekali membaca mengenai tentang hal tersebut terutama Manchester United, saat itu Manchester United cukup digdaya dengan sosok seperti Ruud Van Nistelrooy yang sering sekali kulihat namanya tercantum sebagai pencetak gol di bacaan surat kabar, atau David Beckham yang pertama kali ku kenal lewat tendangan jarak jauhnya dari luar kotak penalti, hal yang membuat aku salut adalah pesepakbola mampu menendang ke arah gawang dengan akurasi tinggi (dalam hal ini ke pojok atas) dan dengan jarak yang cukup bahkan sangat jauh, saat itu aku mengagumi kekuatan sang penendang, gol yang pertama kali kukagumi adalah gol dari David Beckham. Aku sering melihat di surat kabar, Manchester United sering memenangkan pertarungan sepakbola, aku lihat juga klasemennya,  dari klasemen terlihat jumlah poinnya sementara, lalu aku bandingkan dengan Klub dari liga-liga top Eropa lain, meskipun Manchester United tidak berada di urutan teratas bila aku urutkan dengan liga-liga top Eropa lainnya, tetap saja aku lebih menyukai Manchester United, aku sangat senang bila ayahku telah membeli koran dan aku membaca berita tentang kemenangan Manchester United di setiap minggunya, aku memang tidak mengetahui saat itu bahwa Manchester United bukanlah klub kebanggaan masa kecilku ketika pertama kali ku mengetahui sepakbola, ya memang benar, Liverpool berbeda dengan Manchester United, aku mengira Manchester United itu adalah klub yang pertama kali ku sayangi karena bajunya merah, sama dengan klub Liverpool, tetapi pada akhirnya ku tahu bahwa Manchester United adalah klub yang berbeda dan aku terus menyukai Manchester United karena saat itu peringkat di klasemennya lebih baik dibanding Liverpool.

             Saat aku menginap ke rumah Embah Kakung dan Embah Putri-ku di daerah Sunter, Jakarta Utara, aku sering begadang untuk menonton sepakbola, pertandingan yang kuingat adalah ketika Manchester United berhadapan dengan Fulham, yang kalau tidak salah pada saat itu Fulham masih diperkuat oleh Louis Saha, saat itu Manchester United mampu menang atas Fulham, sebelumnya ketika aku menonton Manchester United bertanding melawan Fulham, Manchester United tidak bisa menang dan permainannya jauh dari harapan, dari situ kukira Fulham punya kekuatan magis yang dengan hebatnya tidak mampu dikalahkan oleh Manchester United, saya keringatan menonton pertandingan Manchester United melawan Fulham karena saya menganggap, bagaimanapun caranya Manchester United tidak bisa mengalahkan Fulham, begitu bodohnya diriku yang masih kecil karena menyangka sesuatu yang tidak mungkin terjadi dalam dunia sepakbola.

               Masa kecilku memiliki liburan yang indah, ketika aku menginap di rumah Embah Kakung dan Embah Putri-ku dulu, aku selalu menonton film di pagi hari, lalu tidur siang, terkadang diperbolehkan bermain computer, aku selalu lupa password yang diberikan oleh pamanku dan aku selalu menanyakan lagi ketika aku menyalakan komputer pada kesempatan selanjutnya, aku senang bila diperbolehkan tidur di kamar pamanku yang biasa kupanggil Le Eko, aku senang menyalakan kipas anginnya dan bereksperimen dengan  kecepatan kipas anginnya serta tombol-tombol mode kipas tersebut. Saat malam menjelang, aku selalu disajikan alpukat yang telah diberi gula dan juga air sedikit lalu dihaluskan dengan menggunakan sendok oleh Embah Putri, kemudian ketika aku mengetahui jadwal sepakbola di pagi, siang atau sore hari, aku pun menonton pertandingan sepakbola tersebut di malam harinya, kadang kala aku ditemani oleh Embah Kakung dan ia menanyakan informasi tentang para pemainnya, aku pun mencoba menjelaskan sebisaku meskipun hanya sedikit saja yang bisa kusampaikan. Malam hingga dinihari aku menonton sepakbola, dinihari adalah waktunya Liga Spanyol dikala ku kanak-kanak, kalau tidak salah aku menonton pertama kalinya di musim 2002/2003, saat itu aku memiliki rasa suka kepada klub Valencia, tetapi tidak sebesar rasa suka ku kepada klub Manchester United, kala itu Valencia menyajikan penampilan yang atraktif, aku sangat menyukai kemampuan Pablo Aimar dalam mengolah si kulit bundar, mungkin karena pada saat itu aku belum terlalu mengerti soal sepakbola, aku mengetahui ia pemain hebat karena ia sering tersorot kamera, selain itu aku pun menyukai Canizarez, kipper Valencia yang rambutnya ber-style layaknya landak, lalu aku pun mengetahui kemampuan David Abelda sebagai bek, itulah pengetahuan awalku tentang Liga Spanyol, hal yang menarik adalah ketika aku bosan menonton, aku sesekali membalikkan badan dan menonton secara terbalik, aku merasa sangat geli bila mereka melakukkan dribble dan menendang secara terbalik alias melawan gravitasi, hahaha.


-Aku adalah bumi yang merindukan bintang, nampak begitu terang meski begitu jauh, oh bintang.... sinarmu hangatkan malamku-