Minggu, 29 September 2013

Tugas Ekonomi Koperasi ke-1. Seandainya Saya menjadi Menteri Koperasi

Aditya Siswantara

Kelas : 2EB01

NPM : 2021 2254

Kalau memang suatu saat saya menjabat sebagai menteri yang menangani bidang koperasi, maka saya akan mengurangi kendala-kendala yang ada saat ini, membantu beberapa koperasi dalam melanjutkan keberhasilannya dan mengadakan inovasi terkait dengan badan usaha yang menjadi ciri bangsa ini.

Beberapa kelemahan yang akan saya benahi sebagai pengemban tugas berat adalah:

1. Seleksi ketat terhadap para calon peminjam modal

Untuk Koperasi Simpan Pinjam, beberapa hal yang harus dicermati dan dibenahi, salah satunya adalah prospek si peminjam modal, ide-ide usaha yang akan dijalankan oleh peminjam modal tersebut harus memiliki kemampuan menghasilkan laba jangka panjang, sehingga uang yang Koperasi Simpan Pinjam berikan tersebut dapat bermanfaat untuk pengembangan usaha dan tidak menjadi beban mereka untuk memikirkan cara mengembalikan uang tersebut, prospek yang diteliti dapat terlihat dari jenis usaha yang dilakukan, aspek-aspek kelangsungan usaha, kemungkinan besar kecilnya transaksi dalam usaha, serta profesionalitas dan totalitas dalam menjalankan usaha.

Dari tinjauan tersebut barulah kita sepakati berapa besar angka pinjaman dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikannya, seleksi ini membuat masyarakat terpacu untuk memikirkan ide usaha yang punya kemampuan memberikan laba yang cukup besar sehingga akan ada kinerja usaha yang dilakukan dengan baik. Kemungkinan gagalnya pengembalian dana dapat diperkecil dengan adanya seleksi ini, sebab negosiasi antar pihak pemberi pinjaman dan calon peminjam berlangsung ketat dan dengan perhitungan yang matang.

2. Pengawasan jalannya usaha para peminjam modal

Suatu usaha yang berprospek baik sekalipun bisa saja menemui kegagalan, hal yang perlu kita lakukan adalah pengawasan terhadap jalannya usaha yang akan dilakukan dengan pakar sesuai dengan bidang usaha yang dipekerjakan oleh pihak koperasi, pakar ini akan memberi masukan perihal pengembangan usaha dan keputusan operasional usaha, sehingga kemungkinan keberhasilan usaha tersebut dapat tinggi, hal-hal yang dapat menjadi masukan adalah bahan baku operasional usaha, lokasi usaha, jumlah pekerja usaha, kemampuan untuk menangani pelanggan dan kemampuan untuk menangani masalah.

Dari pengawasan tersebut, kecil kemungkinannya dana tersebut diselewengkan, karena selain pakar akan ada juga petugas yang mengamati langsung jalannya usaha, segala bentuk kesalahan akan mengurangi jumlah pinjaman modal yang dapat diambil setelah periode berakhir dan segala bentuk kesuksesan akan menambah jumlah pinjaman modal yang dapat diambil. Penambahan ataupun pengurangan jumlah pinjaman tersebut dapat dijadikan pemacu bagi para peminjam modal sehingga mereka dapat berpikir keras untuk membuat usahanya dapat berhasil dan total dalam menjalankan usaha.

3. Memberikan suntikan dana besar terhadap Koperasi

Untuk Koperasi Konsumsi, saya tidak ragu untuk memberikan suntikan dana besar untuk koperasi tanpa menginginkan pengembalian dana kembali, dengan pertimbangan lokasi koperasi yang strategis, saya akan memberikan modal yang dapat membuat koperasi tersebut mampu menyaingi usaha minimarket yang sekarang menjamur, koperasi dengan dana yang besar akan memperluas jenis dan merek barang yang akan dijual, seperti merek gula, beras, mi, tepung terigu, sabun, minyak rambut, es krim dan lain-lain, semakin lengkap barangnya, maka semakin menimbulkan kepercayaan masyarakat untuk mencari barang yang diinginkan di koperasi tersebut, tentunya saya juga akan memberi rekomendasi jenis dan merek barang apa yang harus dijual dengan memperhitungkan kebutuhan dan selera masyarakat.

Suatu suntikan dana yang besar harus disertai dengan kejelian menentukan harga barang, karena harga barang yang mempunyai kemampuan saing dapat membantu proses penjualan, selain itu program-program khusus seperti diskon maupun bonus pembelian dengan kuota tertentu akan saya jalankan. Distributor barang yang kita jual harus merupakan perwakilan langsung dari pusat perusahaan yang telah kita setujui, sehingga pengiriman dapat dilakukan secara efisien sehingga barang tersebut saya usahakan selalu dalam stok yang aman untuk persediaan dan perhitungan yang matang berapa barang laku dalam jangka waktu tertentu sehingga pembelian kembali barang dari distributor dapat disesuaikan dengan jumlah barang yang dibutuhkan, pengiriman dari distributor barang yang mewakili perusahaan biasanya mematok harga yang sesuai sehingga koperasi dapat menjual kembali barang dari mereka dengan harga yang dapat menghasilkan laba namun tetap bersaing dengan badan usaha lain yang bergerak di bidang perdagangan.

4. Menumbuhkan jiwa pengelola Koperasi yang jujur

Saya akan membuat para anggota koperasi memiliki sikap apa adanya dalam mengelola koperasi, setiap keputusan yang mereka ambil harus memikirkan nasib usaha yang mereka jalankan bersama, pengelolaan koperasi yang jujur dan profesional akan membuat koperasi tersebut dipercaya oleh masyarakat, kemungkinan jumlah transaksi yang dihasilkan oleh koperasi juga akan semakin tinggi, hal ini akan menyebabkan usaha tersebut dapat berkembang dengan baik karena barang yang dijual akan semakin bervariasi, maka minat masyarakat untuk saling membantu dengan pihak koperasi akan semakin tinggi dan gotong royong akan semakin mudah terlaksana.

Jika pengelolaan koperasi dapat berjalan dengan kemampuan mengemban rasa saling percaya, maka setiap hasil yang diterima anggota koperasi dari harian maupun setelah Rapat Akhir Tahun tidak akan mengecewakan karena sesuai dengan niat yang sungguh-sungguh dari anggota koperasi sesuai dengan tingkatannya masing-masing.

Referensi:
http://www.anneahira.com/kelemahan-koperasi.htm