Jumat, 26 Desember 2014

Hal yang Disenangi: Film Suckseed



Aditya Siswantara
2021 2254
3EB01
Tulisan Softskill Ke-1 Pertemuan ke 2.


Film favoritku: Suckseed

Pemeran:
Ped: Jiraya La-ongmanee
Koong: Pachara Chirathivat
Ern: Nattasha Nauljam
Ex: Thawat Pornrattanaprasert

Film yang diproduksi di Thailand pada tahun 2011 ini benar-benar menyuguhkan adegan-adegan yang menghibur. Meskipun sampai saat ini, saya sudah menontonnya tiga kali namun film ini masih mampu membuat saya terhibur. Kisah film ini dimulai dari kelas musik di sebuah sekolah dasar dimana Ped (Jiraya La-ongmanee) dan seluruh teman kelasnya harus menyanyi di depan kelas satu per satu. Semua anak mampu tampil dengan cukup baik kecuali Ped yang memang tidak bisa bernyanyi, Ern (Nattasha Nauljam) yang duduk persis di depan Ped yang sedang berdiri membisikkan lirik-lirik lagu kepada Ped, namun Ped malah membawakan lirik yang dibisikkan oleh Ern seperti orang yang sedang membaca buku. Dari situ perkenalan Ped pada Ern dan dunia musik dimulai. 

Ern ingin membantu Ped mengenal dunia musik, Ern pun memberi Ped satu kaset yang berisikan lagu, naas bagi Ped, beberapa hari setelah itu Ern harus pindah ke Bangkok mengikuti orang tuanya, untungnya Ped tidak kesepian karena ia selalu bersama dengan Koong (Pachara Chirathivat), sahabatnya yang selalu membelanya dari candaan teman kelas yang keterlaluan,  Koong sedikit menguasai gitar dan berbaik hati untuk meminjamkannya kepada Ped untuk belajar. 

Waktu berjalan begitu cepat, Ped dan Koong kini sudah menginjak SMA dan kembali berada di sekolah yang sama. bahkan dengan beberapa orang yang sejak dulu meledeki Ped dan Koong karena tidak keren dan tidak gaul. Ped dan Koong sungguh tidak menduga ketika Ern kembali tinggal di Kota tersebut dan bersekolah di SMA yang sama. Selain pertemuan itu, hal yang terjadi ketika mereka mulai menginjak remaja adalah keinginan Ped dan Koong untuk membuat Group Band, akhirnya mereka pun menggandeng Ex (Thawat Pornrattanaprasert) sebagai Drummer, sementara Koong sebagai Gitaris sekaligus vokalis dan Ped sebagai Bassist. Ex yang tangannya cedera setelah sok-sok-an melakukan slam dunk  saat bermain bola basket padahal loncatannya tidak sampai. Band ini begitu buruk dalam berbagai aspek pada saat pertama kali latihan, bahkan penampilan pertama mereka sangat mengecewakan, Band dengan nama Koong and Friends tampil dengan membawakan musik keras untuk acara lomba ketangkasan anak kecil, hal tersebut membuat anak-anak kecil menangis, acara pun ricuh dan mereka pun kembali menjadi bahan olok-olokan. 

Angin sedikit berhembus kearah Koong and Friends ketika  Ern memutuskan untuk bergabung dengan mereka, Koong mengajak Ern bergabung dengan Band karena gengsi saudara kembarnya bergabung dengan band ternama sekolah, The Arena. Koong, Ped dan Ex tercengang dengan kemampuan Ern yang luar biasa dalam bermain gitar. Singkat cerita, mereka pun berencana mengikuti Kontes Musik Hotwave, syarat yang harus dipenuhi adalah harus membuat lagu cinta tanpa kata cinta.

 Ped membuat sebuah lirik yang indah namun belum bernada berjudul “Pleng Tee Chun Mai Dai Tang” yang sebenarnya ia buat dengan membayangkan Ern namun ia merahasiakan perasaannya kepada siapapun, lagu itu bahkan belum sempat dibawakan oleh Koong and Friends saat latihan. Pada saat itu, Koong membaca lirik tersebut, tapi tidak tahu maksud Ped yang sebenarnya membuat lagu itu dengan Ern sebagai inspirasi, kemudian Koong bercerita kepada Ped bahwa ia mencintai Ern, Ped pun mendukung Koong tetapi dalam hati Ped merasa sedih dan ia memutuskan untuk melupakan rasa cintanya kepada Ern.Beberapa hari kemudian Koong menyatakan cintanya kepada Ern, lalu ditolak, Koong yang sakit hati cintanya bertepuk sebelah tangan pun memutuskan untuk tidak lagi mengikutsertakan Ern dalam Band.
 
Untuk menghibur hatinya yang hancur, Koong mengajak Ped dan Ex untuk berlibur ke tempat diadakannya Kontes Musik Hotwave, tetapi sepanjang perjalanan Koong dan Ped malah terus menangis tidak karuan seperti bayi baru dilahirkan. Sepulang dari berlibur, Koong mengganti nama band-nya menjadi Suckseed yang berarti Benih Pecundang, itu dikarenakan mereka semua adalah orang yang gagal terutama masalah cinta, tetapi maksud lain dibalik nama itu adalah Success yang berarti berhasil.






(Formasi Band Suckseed)


Di kemudian hari, Ern bergabung dengan band kenamaan sekolah, The Arena, hal tersebut tak lantas membuat hubungan Ern dan Ped renggang, Ern yang sudah mengetahui perasaan Ped menghubungi terlebih dahulu Ped untuk menanyakan perasaannya, kemudian dengan semangat Ped pergi ke rumah Ern dan tepat di depan rumah, Ped mencoba menyanyikan kata-kata yang ada dalam lirik untuk Ern (meskipun sangat fals). Awalnya yang membuka rolling door rumah Ern adalah neneknya Ern, Ped langsung meminta maaf karena tindakannya salah sasaran, sejurus kemudian Ern muncul dengan wajah terkesan, ia bersembunyi dibelakang tubuh neneknya Mereka duduk-duduk di area komplek, Ern membuatkan nada dari lirik indah yang dibuat Ped untuknya, bersamaan dengan itu,  Ped mengungkapkan bahwa lirik itu memang dipersembahkan untuk Ern,  Ped membuat Ern merasa terkesan, mulai malam itu, mereka menjadi kekasih.


(Ern dan Ped akhirnya menjalin kasih setelah Ped mengungkapkan isi hatinya)

  Beberapa waktu berlalu, Kontes Musik Hotwave yang ditunggu-tunggu digelar, Suckseed  dan The Arena lolos ke 20 besar, mereka pun tampil di panggung utama, Koong tercengang ketika The Arena membawakan lirik lagu yang dibuat Ped, Koong akhirnya mengetahui bahwa Ped memadu cinta dengan Ern, ia pun melampiaskan kekesalannya ketika Suckseed tampil dengan bernyanyi asal-asalan dan sebelum lagu berakhir, ia turun dari panggung. Sejak saat itu, Ped dan Koong tidak saling berkomunikasi sampai hari kelulusan mereka. Hal yang lebih buruk lagi masih dialami oleh Ped, ia akhirnya putus dengan Ern.

Saat reuni sekolah, Ern dan Ped bertemu, Ern yang sudah menjadi gitaris terkenal band The Arena mengungkapkan perasaannya yang rindu saat-saat bersama dengan Ped, hal yang paling penting dari acara reuni ini adalah permintaan maaf yang tulus dari Ped sehingga Koong dengan haru kembali menganggap Ped sebagai sahabat. Formasi Suckseed pun kembali lengkap, Ex, Ped, Koong dan Ern.



(Band ini kembali bersatu, masih menggunakan nama Suckseed)
               
                Film ini memiliki adegan-adegan yang tertata rapi, beberapa adegannya cukup spesial, karena ketika lagu soundtrack diputar, penyanyi dari lagu yang diputar tadi tiba-tiba muncul dan bernyanyi bahkan ikut berinteraksi dengan tokoh dalam film ini. Selain itu beberapa adegan lucu sulit untuk dilupakan, contohnya: ketika pengumuman 20 band yang dapat melaju ke Panggung Utama Hotwave Festival lewat radio dimana seluruh personel Suckseed berkumpul untuk mendengarkannya, Koong yang gerah karena penyiar radio berlama-lama dalam menyebutkan band ke-20, radio tersebut berbunyi “yaitu” dengan berulang-ulang sehingga Koong marah dan menutupi serta mematikan radio tersebut sehingga mereka tidak mengetahui siapa band ke-20 yang lolos ke panggung utama. Soundtrack lagu ini yang berjudul “Deep in My Heart” begitu cocok di telinga saya setelah beberapa kali mendengarnya, saya kagum dengan sosok Jiraya La-ongmanee yang sangat manis ketika tersenyum, terutama dalam video clip “Deep in My Heart”.  Akhir kata, Suckseed benar-benar menjadi film yang menghibur bahkan paling menghibur menurut saya.

                                                                                                                                               

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar