Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 November 2013

Tulisan untuk Ekonomi Koperasi ke-21. Renungkanlah



Nama: Aditya Siswantara
Kelas:   2EB01
NPM:   20212254

-Ini bukan tulisan yang saya buat, saya hanya membantu menyebarkan saja-



RENUNGKAN LAH

Lucu ya, uang Rp 20,000-an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal mesjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.

Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk berzikir, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan sepakbola.

Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di Masjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop.

Lucu ya, susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat, tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman.

Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu dipertan-dingan bola favorit kita, tapi betapa bosannya bila imam sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.

Lucu ya, susah banget baca Al-Quran 1 juz saja, tapi novel best-seller 100 halaman pun habis dilalap dalam sekejap.

Lucu ya, orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, tapi berebut cari shaf paling belakang bila Jum’atan agar bisa cepat keluar.

Lucu ya, kita perlu undangan pengajian 3-4 minggu sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda kita, tapi untuk acara lain jadwal kita gampang diubah seketika.

Lucu ya, susahnya orang mengajak partisipasi untuk dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gossip.

Lucu ya, kita begitu percaya pada yang dikatakan koran, tapi kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan      Al-Qur’an.

Lucu ya, semua orang penginnya masuk surga tanpa harus beriman, berpikir, berbicara ataupun melakukan apa-apa.

Lucu ya, kita bisa ngirim ribuan lelucon lewat email, tapi bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering mesti berpikir dua-kali

"Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu'min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah." (QS. 33:47)



Penulis karya ini adalah rintik hujan yang membasahi bumi, kecil, sedikit tapi berarti"

Tulisan untuk Ekonomi Koperasi ke-20. Sedikit Renungan untuk Hari Ini



Nama:    Aditya Siswantara
Kelas:   2EB01
NPM:   2021 2254

Ini bukan tulisan yang saya buat, saya hanya membantu menyebarkan saja-

----- Forwarded by Elizabeth LANGELO/IDJKT04/TDE/ALSTOM on 09/25/02 04:48 PM -----





Sedikit Renungan untuk Hari Ini



Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting.

Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap
benar.

Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita
sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu."
Jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya
Dan aku menanyakanmu lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban
pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku
memberitahukannya, "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang,
jadi pastilah mata kita."
Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu
masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun
Ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu,
"Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua
menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah
saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba
giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling
penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering
berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.
Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini
penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar
"hidup"
.
Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu
Berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini
Adalah hari di mana ! kamu harus belajar pelajaran yang sangat
penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan
Air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah
bahumu."

Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"

Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang
Teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang
Dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap,
Kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu
Untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi
orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan
yang dialami oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu
katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan... Tapi, orang
TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.




"Penulis pengalaman ini adalah rintik hujan yang membasahi bumi, kecil, sedikit tapi berarti"